Skip links

Bandara Internasional Bali Utara (BIBU): Proyek Raksasa Bali yang Ditargetkan Beroperasi 2027

Pulau Dewata Bali semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata dunia. Setelah bertahun-tahun hanya mengandalkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali Selatan, kini Bali akan memiliki bandara kedua yang berlokasi di Bali Utara, tepatnya di wilayah Kubu Tambahan, Buleleng.

Bandara baru ini akan diberi nama BIBU (Bandara Internasional Bali Utara) dan ditargetkan mulai beroperasi pada akhir tahun 2027. Proyek pembangunan akan dimulai dengan ground breaking pada Juli 2025, sebagai tonggak sejarah baru bagi perkembangan infrastruktur Bali.

Mengapa Bali Utara Membutuhkan Bandara Baru?

Saat ini, semua penerbangan domestik dan internasional di Bali masih terpusat di Bandara Ngurah Rai yang berada di Bali Selatan. Kondisi ini membuat kawasan selatan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, sementara Bali Utara relatif tertinggal.

Kehadiran BIBU diharapkan dapat:

  • Membagi beban penerbangan agar Bandara Ngurah Rai tidak terlalu padat.
  • Membuka akses langsung ke Bali Utara bagi wisatawan mancanegara.
  • Memicu pemerataan ekonomi antara Bali Selatan dan Bali Utara.
  • Menjadi pintu masuk investasi baru bagi sektor pariwisata, logistik, hingga perdagangan.

Dengan kunjungan wisatawan ke Bali yang mencapai jutaan setiap tahunnya, keberadaan bandara baru ini dianggap sangat mendesak.

Detail Proyek Pembangunan BIBU

Menurut rencana, pembangunan Bandara Internasional Bali Utara akan dilakukan secara bertahap dengan skala yang sangat besar. Berikut rincian proyeknya:

  • Runway utama sepanjang 3,9 km dibangun di atas laut.
  • Luas total area mencapai 900 hektar.
  • Terdiri dari airport 600 hektar dan aero city modern di atas laut.
  • Pembangunan aerotropolis (kota baru) seluas 2.800 hektar di darat.
  • Dilengkapi fasilitas restorasi abrasi untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

Jika sesuai jadwal, runway pertama sudah bisa digunakan pada akhir 2027, sementara pengembangan penuh akan dilakukan secara berkelanjutan.

Siapa yang Membiayai BIBU?

Meskipun tidak termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) pada pemerintahan Presiden Prabowo, CEO BIBU Panji Sakti Erwanto Sad Adiatmoko memastikan pembangunan tetap berjalan.

Hal ini karena proyek sepenuhnya dibiayai investor asing dari Tiongkok (China). Investasi besar ini menjadi bukti keyakinan bahwa BIBU akan memberikan manfaat ekonomi besar bagi Bali dan Indonesia.

Bapak Iwan, perwakilan BIBU, menuturkan bahwa proyek ini sudah diatur dalam Perpres Nomor 12 Tahun 2025. Selain itu, pembangunan bandara ini juga merupakan janji Presiden Prabowo untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali Utara.

Infrastruktur Pendukung: Tol Denpasar-Singaraja

Untuk mendukung kelancaran akses menuju bandara, pemerintah juga merencanakan pembangunan jalan tol Denpasar-Singaraja dengan investasi sekitar Rp50 triliun.

Tol ini akan memangkas waktu tempuh dari Bali Selatan ke Bali Utara secara signifikan, sehingga wisatawan maupun pelaku bisnis dapat lebih mudah menjangkau bandara baru.

Manfaat Ekonomi dan Sosial BIBU

Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara diproyeksikan membawa dampak positif yang luas. Beberapa di antaranya:

  • Membuka ribuan lapangan kerja baru di tengah tingginya angka PHK.
  • Menjadi gerbang wisata baru yang memperkenalkan keindahan Bali Utara.
  • Mendukung program Indonesia Terang, dengan konektivitas global yang lebih baik.
  • Memicu tumbuhnya kawasan penunjang seperti hotel, restoran, dan pusat bisnis.
  • Meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal di Buleleng dan sekitarnya.

Seiring dengan pembangunan aerotropolis, kawasan ini juga diproyeksikan menjadi kota modern baru yang bisa menggerakkan ekonomi regional.

Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) adalah salah satu proyek infrastruktur paling ambisius di Pulau Dewata. Dengan ground breaking pada Juli 2025 dan target runway beroperasi di akhir 2027, BIBU bukan hanya sekadar bandara baru, melainkan simbol pemerataan pembangunan antara Bali Selatan dan Bali Utara.

Didukung penuh oleh investasi asing serta ditunjang proyek besar seperti tol Denpasar–Singaraja, bandara ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi baru. Kehadirannya akan membuka lapangan pekerjaan, memperkuat sektor pariwisata, sekaligus meneguhkan Bali sebagai destinasi kelas dunia dengan infrastruktur berstandar global.

BIBU bukan hanya menambah kapasitas penerbangan, melainkan juga menjadi pintu masuk bagi era baru pembangunan Bali: lebih merata, modern, dan berkelanjutan.

Leave a comment